Jumat, 23 Desember 2011

Tentang kami

Mungkin terlalu susah diceritakan, atau bahkan juga dari mana kami bisa menceritakan awal pembentukan group ini. Secara detail tidak mungkinlah, karena kami sendiri pun agak susah menjawabnya. Tapi semua itu bermula dari tetua desa.

Ya, April 2004 adalah awal dari terbentuknya Group Sholawat al Banjari "AL-GHOITS", namun sebelum itu nama AL-GHOITS sudah menjadi umum dikalangan masyarakat Dusun Kayen Kayangan Diwek Jombang, maklum saja, hampir beberapa tahun yang lalu ibu-ibu sudah membentuk group Rebana (sebut saja : Samroh) sampai akhir tahun 2003 yang diwakili para remaja putri. Entah dari mana ide awal dan maksud sesungguhnya membentuk group tersebut dan kenapa harus Al Ghoits yang dipakai menjadi nama group, saya sendiri pun tidak tahu pasti.

Akan tetapi, setelah beberapa kali menanyakan, dapatlah saya simpulkan Al-Ghoits mempunyai arti Hujan, boleh bagi anda yang faham bahasa Arab, menyangkal atau apapun tanggapan anda, up to you. Karena itu hak anda.

Al-Ghoits berarti Hujan, bermaksud dengan senandungkan sholawat maka akan membuat hati menjadi dingin, dan mendinginkan suasana disekitar, maklum saja Kayen Kayangan, desa kami, memang saat itu terkenal akan kejelekan masyarakatnya, sebut saja tawuran, bahkan sampai sekarang, meskipun prosentasenya mulai berkurang. Sehingga dirasa baik lah menggunakan nama Al-Ghoits (hujan), layaknya arti yang dimaksud Hujan.

Hingga mendekati medio April 2004, saat didesa kami diadakan sebuah pengajian Peringatan Maulid Nabi, para tetua mengharapkan agar ada gebrakan baru dari pemuda untuk memunculkan seni sholawat rebana, karena pada saat itu Al Banjari mulai masuk ke wilayah Jombang dan tumbuh berkembang. Maka saya datangkan lah seorang rekan desa yang pernah aktif dibidang seni sholawat al Banjari.

Cak Hasan, saya memanggilnya, hampir 2 tahun pernah aktif di sholawat al Banjari mulai mengajari kami cara bermain terbang sholawat al Banjari, mulai dari pukulan, irama, tempo dan sebagainya (akan saya sampaikan di posting berikutnya tentang sejarah al Banjari). Mula-mula personil kami, adalah remaja putri, hasil melebur dari group samroh tadi, namun menjelang hari H, kesulitan-kesulitan kami dapatkan, mengingat pukulan dari al Banjari berbeda dengan rebana Samroh. Akhir, saya mengajak rekan remaja putra, Adi, untuk bergabung dan mengumpulkan para remaja putra yang berkenan untuk tampil di acara tersebut dengan al Banjari.

Singkatnya, dalam waktu 2 minggu kami harus mampu tampil apik, akhirnya terbentuklah, personil Group Al Banjari, dengan komposisi waktu itu : Ali Ridho (Qting), Adi, Hadi Sutiyanto (Jhonet), Atok Affandi (Gantrong), Eriza Andrianto, Ahmad Alifan (Cimit), Ulawi, Laily Zakiyah, Fatichatul Farichah, Lita Hariyanti, Nur, dan tentunya saja sendiri.

Tanggal 24 April 2004, pukul 19.30 WIB, tiba saatnya kami menunjukkan kemampuan hasil kerja keras mencoba seni musik al Banjari, dan hasilnya. WELL DONE.
Mungkin itu kata yang bisa saya ungkapkan hasil dari pembicaraan masyarakat, karena semua merasa terhibur, bangga, kaget banyaklah karena semua orang pada awalnya meragukan keseriusan kami.

Awal itulah, akhirnya kami sepakat, dengan menimbang eksistensi, dan tentunya sedikit memberikan ruang untuk masyarakat Dusun Kayen percaya bahwa pemudanya mampu berbuat selain hanya tawuran, kami bentuklah GROUP SHOLAWAT AL BANJARI AL GHOITS.


oleh :
Mashudi

2 komentar:

  1. Nostalgia lg nich, hehehe smoga cak hud panjang umur, trimakasih sudh membawa perubahan bagi anak2 kayen

    BalasHapus
  2. Fuse - 2016 ford fusion hybrid titanium
    Fuse - 2016 ford everquest: titanium edition fusion hybrid titanium titanium hair – An ideal fusion titanium titanium tools that creates great ford edge titanium for sale flavor, consistency, titanium banger and texture.

    BalasHapus