Kamis, 04 Juli 2013

Perform Terbaru tahun 2013


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam Sholawat,
Bagaimana kabar kawan pecinta sholawat semua, semoga tetap dalam lindungan Allah SWT, amin...
Kawan, kami posting video penampilan group kami berikut ini, semoga berkenan, selamat menyaksikan dan menikmati.

Safari Ramadhan 1433 H, Agustus 2012. di Masjid Nurul Huda Kayangan Diwek Jombang


Peringatan Maulid Nabi 1434 H, Januari 2013, di Ponpes At Taufiq Bogem Diwek Jombang


Peringatan Isra Mi'raj 1434 H, Mei 2013, di Sumberbeji Ngoro Jombang


Festival Al Banjari di UNIPDU Jombang, Juni 2013






Tampil di Acara Pernikahan, di Alastlogo Kec. Lekok Kab. Pasuruan Jatim, 30 Juni 2013

Al Banjari, Sederhana tapi Menyusahkan



Menyusahkan !!!
itulah hal pertama yang saya pikirkan, ada beberapa alasan mengapa saya mengatakan seperti itu.

Ya... karena saya mengalaminya sendiri bagaimana susahnya memahami dan sulitnya belajar musik al Banjari.
                Terkesan seperti itukah ?, mungkin sebagian dari pembaca hanya melihat dari sudut pandang yang lain, tapi okelah mungkin juga pembaca belum mengalaminya sendiri bagaimana susahnya belajar musik al-Banjari.
                Akan tetapi bukan itu yang akan saya sampaikan, Al-Banjari, suatu musik yang menggunakan empat rebana atau terbang dengan satu alat rebana yang disebut Bass sebagai komposisinya, pembaca mungkin sudah pernah menyaksikan perlombaan atau festival al-Banjari dan mengetahui komposisi serta alat tersebut, atau mungkin mempunyai group sendiri ?.

Tapi sejatinya tahukah  Anda asal dari musik al-Banjari ?
                Kita mungkin hampir berkali-kali melihat festival-festival al-Banjari, terutama di Jombang ini, dan banyak sekali group yang beraliran musik al-Banjari, tapi mungkin mereka pun belum tentu memahami dari mana asal dari Al Banjari.
                Memang masih simpang siur, dari manakah asal al Banjari yang benar. Dari beberapa sumber yang saya dapatkan, Al Banjari, Kesenian rebana atau terbang adalah sebuah kesenian khas islami yang berasal dari daerah Kalimantan, dan tentunya masih mempunyai keterkaitan sejarah pada masa penyebaran agama Islam oleh Wali Songo di Pulau Jawa. Tidak bisa dipungkiri di dalam sejarah bahwa dengan kesenian-lah Wali Songo mampu mengislamkan hampir seluruh penduduk Pulau Jawa. Jadi tidak heran jika para habib atau ustadz dan kyai jaman sekarang membudayakan kesenian rebana dalam mengiringi dakwahnya.

Musik Sederhana.
                Dengan komposisi empat rebana terbang dan satu rebana Bass, al-Banjari mempunyai keunikan yang sederhana yaitu pada saat memainkannya, dimana setiap pukulan pemain yang satu berbeda dengan pukulan pemain yang lain namun saling melengkapi, jadi tiap tiap pemain harus menjaga egonya dalam memukul supaya harmonis.
                Pada dasarnya ada dua jenis pukulan al-Banjari, yaitu Pukulan Nikahi dan Pukulan Nganaki. Dan banyak sekali variasi pukulan yang didapat seiring dengan semakin berkembangnya al-Banjari.
Sebagai contoh adalah berikut :

Cara memukul alat al-Banjari yaitu :
D adalah pukulan Duk ( posisi pukulan telapak tangan agak ke tengah rebana )
T adalah pukulan Tak ( posisi pukulan telapak tangan agak ke pinggir rebana )

Pukulan Nikahi atau umum di Jombang disebut Lanangan
D  T  D D  T,  DT   (pukulan awal sebelum lagu)
T  DD  TTTD  T     (pukulan diulang-ulang pada bait lagu)

(pukulan selingan/variasi di sela-sela bait lagu)
TD  TTTT  TTTD  DDDD  DDDD
TTT  D  TTTT  TTT  D  TTTD

(pukulan untuk bait Reff atau Backing Vocal)
T  T  T  TTTT  TTT  D  TTTT  TTT  D  TTTD
Pukulan Nganaki atau umum di Jombang disebut Wedokan
D  T,  D D  T,  DTT               (pukulan awal sebelum lagu)
DDDT  TDTT         (pukulan diulang-ulang pada bait lagu)

(pukulan selingan/variasi di sela-sela bait lagu)
TDTT  TTTT  TDDD  DDDD  DDTT
TTDT  TTTT  TDTT   TTDT TD

(pukulan untuk bait Reff. atau Backing Vocal)
T  TTTT   TTDT   TDTT  TTDT  TDTT  TTDT TD

kembali ke .... pukulan bait lagu


Selain variasi pukulan diatas dapat pula dicoba variasi pukulan berikut :

Pukulan Nikahi atau umum di Jombang disebut Lanangan
D  T  D D  T,  DT   (pukulan awal sebelum lagu)
T  DD  TTTD  T     (pukulan diulang-ulang pada bait lagu)

(pukulan selingan/variasi di sela-sela bait lagu)
TD  TTTT  TTTD  DDDD  DDDD
TTT  D  TTTT  TTT  D  TTTD

(pukulan untuk bait Reff atau Backing Vocal)
T  T  T  TTTT  TTT  D  TTTT  TTT  D  TTTD

kembali ke .... pukulan bait lagu

Pukulan Nganaki atau umum di Jombang disebut Wedokan

D  T,  D D  T,  DTT               (pukulan awal sebelum lagu)
DDDT  TDTT         (pukulan diulang-ulang pada bait lagu)

(pukulan selingan/variasi di sela-sela bait lagu)
TDTT  TTTT  TDDD  DDDD  DDTT
TTDT  TTTT  TDTT   TTDT TD

(pukulan untuk bait Reff. atau Backing Vocal)
T  TTTT   TTDT   TDTT  TTDT  TDTT  TTDT TD

kembali ke .... pukulan bait lagu


Berbagai aliran sudah banyak bermunculan yang didasari musik al-Banjari, mulai dengan tambahan instrumen gamelan, jidor, atau bahkan yang dikombinasikan dengan alat musik modern, seperti drum, keyboard, gitar dan sebagainya.
Masyarakat pun sudah banyak mengenal dimana berbagai acara seperti pernikahan, khitanan, pengajian maupun acara-acara yang lain sudah sangat sering mendatangkan group-group banjari untuk  mengisi acara tersebut. ini dimaksudkan agar memberikan suasana baru dalam khanasah musik islami.
                Al-Banjari juga mampu eksis dan terkenal ini dibuktikan dengan banyak pula kaset-kaset atau VCD yang menjual album dari musisi beraliran al-Banjari, dan jangan heran kalau diacara televisi sekarang banyak bermunculan para dai atau ulama yang berdakwah dengan iringan musik al-Banjari. Karena memang sesuai dan tepat untuk memberikan tontonan dan hiburan serta berbaur dengan dakwah.
                Bagaimana dengan Jombang, tak banyak terdengar memang, tapi tak sedikit pula group-group al-Banjari yang beredar dan eksis serta mengeluarkan album bernuansa islami. Contohnya adalah Duta Sholawat Group, yang mempunyai album hingga 4 edisi. Selain itu, banyak pula lomba-lomba dan festival Sholawat al-Banjari yang diadakan di kota Santri ini. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga tingkat propinsi. Ini menandakan bahwa al-Banjari sudah sedemikian merambah kawula muda, dan masyarakat umum di Kota Jombang.
Mungkin inilah saatnya, pemuda tak hanya kenal aliran musik yang bernuansa modern, warisan dari para Walisongo pun layaklah kita kedepankan sebagai sarana media dakwah, hiburan dan tentunya pembelajaran yang islami bagi generasi muda untuk lebih mengenal dunia musik yang beraneka ragam.

Bagaimana dengan Anda ?
Pembaca berminat untuk belajar al-Banjari. ?

Mari Senandungkan Sholawat untuk Mengagungkan Asma Allah dan Sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW. Shollu ‘Alan Nabi Muhammad.

(Berbagai sumber).